Perihal Jurnal dan Percobaan Mengecat di Tahun 2018

artworks by zahra nurfatihah

Dua ribu delapan belas sudah (hampir) habis masanya, dan sudah setahun pula saya tak menaruh tulisan di sini.

Saya awalnya hendak mengulas tentang sistem bullet journal yang saya coba tahun ini—hal yang sebenarnya sudah saya rencanakan sejak berbulan-bulan yang lalu. Tapi, pada akhirnya saya merasa gagal (meski sebenarnya tidak terlalu begitu juga, sih).

Sistem bullet journal yang seharusnya digunakan untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilakukan tidak saya ikuti dengan benar. Terbengkalai. Akhirnya, yang tertulis di buku catatan bukan daftar rencana dengan tanda titik dan silang yang menyatakan berhasilnya saya dalam menyelesaikan suatu hal, tapi kebanyakan hanya ada daftar dengan tanda lingkaran sebagai penanda apa saja yang telah saya lalui di suatu waktu. Melalui banyak hari-hari tanpa perencanaan dan mengikuti arus begitu saja. Yak. Continue reading “Perihal Jurnal dan Percobaan Mengecat di Tahun 2018”

Iklan

Sebelum Beralih ke Bullet Journal

Processed with VSCO with  preset

Ini adalah sebuah curhatan, eh—ulasan yang barangkali cukup panjang.

Sebelumnya, saya tidak begitu konsisten dalam mencatat rencana ataupun hal-hal yang telah usai dilakukan karena saya hanya mencatat daftar kegiatan serta peristiwa tertentu yang tidak terencana di dalam sebuah buku kecil. Itu pun sangat berantakan. Apa yang sudah terlewat, itu saja yang dicatat.

Saya sudah tidak ingat lagi kapan pertama kali mendengar istilah bullet journal. Sempat ingin mencoba membuatnya tahun ini, tetapi akhirnya gagal karena saya belum terlalu paham makna sebenarnya dari bullet journal. Apa yang telah saya buat tampaknya lebih cocok disebut sebagai kumpulan monthly log, karena isinya tidak begitu detail. Di dalam monthly log tersebut, saya membuat tabel semacam productivity tracker, tetapi tidak diberi kategori apa pun. Jadi, ketika melihat ulang productivity tracker tersebut, saya tidak tahu sudah produktif dalam hal apa dan itu membuat catatan saya masih terasa sangat hampa, karena di dalamnya juga tidak berisi daftar rencana yang ingin saya lakukan sehari-hari—melainkan hanya daftar hal menarik yang sudah saya alami di hari tertentu.

Jadi, Continue reading “Sebelum Beralih ke Bullet Journal”

My Paper Quilling Artworks in 2017!

Zahra's Paper Quilling Art 2017
Beberapa kreasi yang telah saya unggah di akun Instagram (zahrasn_).

Di tahun sebelumnya, saya membuat beberapa kreasi paper quilling dan memotretnya dalam bentuk yang tersusun di atas kertas berwarna. Tetapi tahun ini, saya mencoba memotret beberapa paper quilling yang dipadukan dengan kertas yang sudah dipotong membentuk lingkaran serta diberi tulisan. Hasilnya lumayan. Tetapi sayangnya, saya tidak membuatnya sebanyak tahun kemarin. Beberapa gambar yang saya ambil tahun ini juga tidak seluruhnya digabungkan dengan kreasi paper quilling, tetapi hanya handlettering yang difoto di atas tumpukan kertas berwarna. Continue reading “My Paper Quilling Artworks in 2017!”

Sendiri Saja?

Terkadang, saya tidak bisa menolak ketika harus bertahan dengan hal yang tidak saya sukai. Namun, barangkali itu tidak akan bertahan lama sampai saya benar-benar menemukan hal yang dirasa lebih tepat bagi diri sendiri.

Tekanan yang membuat saya harus berlaku seperti itu, berlaku seperti ini, sesekali saya coba patuhi. Ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi: terbiasa dengan keadaan, atau lelah dan memilih untuk menyerah. Berakhir dengan penerimaan, atau segera pergi setelah mendapat kesia-siaan. Yang selama ini seringkali saya rasakan adalah pilihan kedua—lelah setelah mendapat kesia-siaan.

Saya teringat tulisan seseorang (berinisial a.s.) yang kemarin tidak sengaja saya temukan ketika menelusuri dunia dalam layar. Katanya, kurang lebih begini: ketika kita sedang mempertahankan sesuatu yang kita yakini kebenarannya, sesungguhnya kita tidak sendirian. Kita perlu menemukan orang lain yang serupa, dan bertahan. Continue reading “Sendiri Saja?”

Dua Puluh.

2017-09-26 12.25.39 1_1_1

Kemarin (26/09), usia saya bertambah lagi. Genap, dua puluh tahun. Tetapi entah mengapa saya masih merasa sama dengan hari-hari sebelumnya—saya belum merasa begitu tua.

Semakin lama, semakin banyak pula kenangan yang tersimpan. Saya rasa, pada usia sebelumnya—sembilan belas—saya merasa telah menemukan banyak perubahan. Usia kesembilan belas seakan menjadi batas yang membuat saya menjadi seseorang yang tidak lagi sama. Continue reading “Dua Puluh.”

A Scrapbook Project

Sekilas definisi mengenai scrapbook yang sebelumnya saya ketahui adalah sebuah buku yang isinya penuh dengan tempelan foto-foto pribadi—mungkin bisa dikatakan semacam buku harian atau sesuatu yang bersifat personal, namun isinya penuh dengan gambar.

Meski sejak beberapa tahun yang lalu sudah berkali melihat banyak contoh scrapbook selama berkelana di dunia maya, sebenarnya saya belum pernah mencobanya sama sekali.

Dan tahun ini, akhirnya saya membuatnya untuk kali pertama. Tetapi bukan didasari kebutuhan pribadi, melainkan untuk sebuah kompetisi. Scrapbook yang pertama kali dibuat ini tak saya kerjakan sendiri, tapi bersama seorang teman saya yang kebetulan memiliki kegemaran yang sama dalam hal crafting. Continue reading “A Scrapbook Project”